Kesaksian Pertobatan
Di suatu daerah ada seorang pemuda yang
bernama Yunus Prasetyo kelahiran di Pulau Jawa dan merantau di Sumatera. Dan
memiliki keluarga yang takut akan Tuhan, dari kecil Yunus sering di ajak Ibadah
Sekolah Minggu. Namun Yunus salah seorang terikat Okultisme atau kepercayaan
kepada kuasa kegelapan. Dan Yunus pun terikat pada masa SMA kelasa 3, tapi
sejak dulu sudah mulai ikutan sejak kelas 1 dan kelas2 SMP. Namun paling
beratnya adalah pada masa SMA. Pertama kali keinginan Yunus Prasetyo adalah
balas dendam kepada teman-teman, karena pada waktu Yunus sering sekali di Bully
atau di ejek oleh temannya, bahkan sampai Yunus di pukul, dikeroyok oleh
temannya. Sehingga pada saat itu juga akhirnya Yunus ingin membalaskan
dendamnya kepada teman-temannya karena ia tidak terima bahwa temannya mengejek
dia. Akhirnya Yunus pun segera pergi kepada dukun karena ada temanya yang
mengajaknya. Bentuk Okultismenya adalah bentuk Konfesional. Namun bukan hanya
di ajak ke dukun saja, tapi mengikuti suatu Praktek yang dalam yaitu sebuah
organisasi. Seperti tradisi orang Jawa yaitu
Kuda Lumping. Dan juga Yunus mengikuti sebuah Perguruan Pencak Silat. Pada saat
itulah Yunus memasuki Okultisme dan banyak persyaratan yang harus dipenuhi.
Dengan demikian Yunus memperoleh suatu
ilmu hasli dari Okultismenya salah satunya kekebalan tubuh sehingga pada saat
dipukul Yunus pun tidak merasakan rasa
sakit pada waktu itu. Yunus ingin membalas perlakuan teman-temananya kepadanya
karena yunus sudah mempunyai kemampuan bahwa mereka akan kalah, tapi pada saat
itu juga musuh-musuh yunus pun tidak ada pada saat itu sehingga yunus tidak
dapat membalaskan dendamnya. Hari demi hari Yunus tetap berhubungan dengan
Okultisme sehingga puncak kekuatannya semakin meningkat pada saat itu. Yunus
tidak bisa tidak tidur satu hari satu malam dan iapun bersemedi dan banyak
persyaratan , lalu Yunus mandi bunga dengan satu gelas dengan dua jari seluruh tubuhnya pun basah semua. Namun
Yunus tidak lagi mampu menahan dirinya. Mudah emosi dengan sendirinya tanpa
kejelasan, Hawa nafsu meningkat sehingga Yunus tidak dapat mengontrol Hawa nafsunya. Yunus
Prasetyo pernah mengikut acara KPS yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Teologi
Ebenhazer (STTE) Tanjung Enim, pada saat itulah Yunus mengalami perjumpaan
dengan Tuhan dalam hidupnya. Pada malam KKR yang ke 2 Pembicaranya Pdt. Petra
Panggidae KPS yang ke 27 pada waktu itu. di saat itu ada tantangan untuk
mengangkat tangan Yunus pun tergerak untuk mengangkat tangan secara tidak sadar
ia mengangkat kedua tangannya. Akhirnya ia pun pasrah sehingga ia mengatakan
“Tuhan inilah Aku”.pada saat itulah ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Pada saat itu juga ia memutuskan untuk
menjadi hamba Tuhan tepat di Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer (STTE).
Sebelum berangkat ke STTE Yunus pun di layani oleh gerejanya sendiri
dan memutuskan hubungan dengan Okultisme, namun Yunus tidak melakukan sehingga
ia berbohong kepada Pendetanya sendiri karena usaha yang telah dilakukan Yunus
cukup rumit sehingga sulit untuk melepaskan Okultismenya. Setelah memasuki
Sekolah Teologi ada dampak yang di alami oleh Yunus. Pada saat pertama masuk
Yunus sudah merasakan hawa panas dalam
dirinya. Sehingga Yunus ingin pulang karena tidak tahan pada saat itu selama 2
hari, dan di layani para mahasiswa yang sekamar denganya mereka berdoa dan
Yunus pun memuntahkan darah. Akhirnya Yunus mengikuti pembentukan di STTE dari
Semester 1-3 , tetapi belum sepenuh ia melepaskan Okultismenya. Di semester
yang ketiga Yunus masih menyimpan Okultismenya. Hingga siang hari pada jam
istirahat Yunus merasakan ketidaknyamanan dalam dirinya seolah-olah masih
terikat setiap dosa yang telah dilakukannya. Dan pada saat itu juga yunus
tergerak bahwa ia harus membuang Okultismenya dan dilayani Yunus mengambil
sebuah keputusan bahwa ia harus mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh akhirnya
dengan imannya kepada Kristus Yesus dia pun di menangkan atas kuasa kegelapan.
Melalui kesaksian pertobatan ini, marilah
kita belajar bahwa kekuatan yang paling kuat adalah ketika kita hidup kudus dan
berseru kepada Allah bukan kepada allah-allah lain tetapi kepada Tuhan Allah
kita Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita Amin.
God Bless You

Tidak ada komentar:
Posting Komentar