Minggu, 18 Oktober 2020

Yunus Prasetyo


 

  Kesaksian  Pertobatan                                        

 

Di suatu daerah ada seorang pemuda yang bernama Yunus Prasetyo kelahiran di Pulau Jawa dan merantau di Sumatera. Dan memiliki keluarga yang takut akan Tuhan, dari kecil Yunus sering di ajak Ibadah Sekolah Minggu. Namun Yunus salah seorang terikat Okultisme atau kepercayaan kepada kuasa kegelapan. Dan Yunus pun terikat pada masa SMA kelasa 3, tapi sejak dulu sudah mulai ikutan sejak kelas 1 dan kelas2 SMP. Namun paling beratnya adalah pada masa SMA. Pertama kali keinginan Yunus Prasetyo adalah balas dendam kepada teman-teman, karena pada waktu Yunus sering sekali di Bully atau di ejek oleh temannya, bahkan sampai Yunus di pukul, dikeroyok oleh temannya. Sehingga pada saat itu juga akhirnya Yunus ingin membalaskan dendamnya kepada teman-temannya karena ia tidak terima bahwa temannya mengejek dia. Akhirnya Yunus pun segera pergi kepada dukun karena ada temanya yang mengajaknya. Bentuk Okultismenya adalah bentuk Konfesional. Namun bukan hanya di ajak ke dukun saja, tapi mengikuti suatu Praktek yang dalam yaitu sebuah organisasi. Seperti tradisi orang  Jawa yaitu Kuda Lumping. Dan juga Yunus mengikuti sebuah Perguruan Pencak Silat. Pada saat itulah Yunus memasuki Okultisme dan banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Dengan demikian Yunus memperoleh suatu ilmu hasli dari Okultismenya salah satunya kekebalan tubuh sehingga pada saat dipukul Yunus pun  tidak merasakan rasa sakit pada waktu itu. Yunus ingin membalas perlakuan teman-temananya kepadanya karena yunus sudah mempunyai kemampuan bahwa mereka akan kalah, tapi pada saat itu juga musuh-musuh yunus pun tidak ada pada saat itu sehingga yunus tidak dapat membalaskan dendamnya. Hari demi hari Yunus tetap berhubungan dengan Okultisme sehingga puncak kekuatannya semakin meningkat pada saat itu. Yunus tidak bisa tidak tidur satu hari satu malam dan iapun bersemedi dan banyak persyaratan , lalu Yunus mandi bunga dengan satu gelas dengan dua  jari seluruh tubuhnya pun basah semua. Namun Yunus tidak lagi mampu menahan dirinya. Mudah emosi dengan sendirinya tanpa kejelasan, Hawa nafsu meningkat sehingga Yunus tidak  dapat mengontrol Hawa nafsunya. Yunus Prasetyo pernah mengikut acara KPS yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Teologi Ebenhazer (STTE) Tanjung Enim, pada saat itulah Yunus mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam hidupnya. Pada malam KKR yang ke 2 Pembicaranya Pdt. Petra Panggidae KPS yang ke 27 pada waktu itu. di saat itu ada tantangan untuk mengangkat tangan Yunus pun tergerak untuk mengangkat tangan secara tidak sadar ia mengangkat kedua tangannya. Akhirnya ia pun pasrah sehingga ia mengatakan “Tuhan inilah Aku”.pada saat itulah ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Pada saat itu juga ia memutuskan untuk menjadi hamba Tuhan tepat di Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer (STTE). Sebelum  berangkat ke STTE  Yunus pun di layani oleh gerejanya sendiri dan memutuskan hubungan dengan Okultisme, namun Yunus tidak melakukan sehingga ia berbohong kepada Pendetanya sendiri karena usaha yang telah dilakukan Yunus cukup rumit sehingga sulit untuk melepaskan Okultismenya. Setelah memasuki Sekolah Teologi ada dampak yang di alami oleh Yunus. Pada saat pertama masuk Yunus sudah merasakan  hawa panas dalam dirinya. Sehingga Yunus ingin pulang karena tidak tahan pada saat itu selama 2 hari, dan di layani para mahasiswa yang sekamar denganya mereka berdoa dan Yunus pun memuntahkan darah. Akhirnya Yunus mengikuti pembentukan di STTE dari Semester 1-3 , tetapi belum sepenuh ia melepaskan Okultismenya. Di semester yang ketiga Yunus masih menyimpan Okultismenya. Hingga siang hari pada jam istirahat Yunus merasakan ketidaknyamanan dalam dirinya seolah-olah masih terikat setiap dosa yang telah dilakukannya. Dan pada saat itu juga yunus tergerak bahwa ia harus membuang Okultismenya dan dilayani Yunus mengambil sebuah keputusan bahwa ia harus mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh akhirnya dengan imannya kepada Kristus Yesus dia pun di menangkan atas kuasa kegelapan.

Melalui kesaksian pertobatan ini, marilah kita belajar bahwa kekuatan yang paling kuat adalah ketika kita hidup kudus dan berseru kepada Allah bukan kepada allah-allah lain tetapi kepada Tuhan Allah kita Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita Amin.

God Bless You

Senin, 21 September 2020

Hori Sontal

 

KESAKSIAN  PERTOBATAN

Di suatu Daerah ada seorang anak Kristen namanya Hori Sontal,  ia tinggal di Dusun Boleleu. Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara. Kab.Kep Mentawai di SP 2. Nama Orangtuanya adalah Bapak Sopar Sababalat dan Ibu Tialom. Hori Sontal adalah anak ke-3 dari ke -4 bersaudara. Dua anak Perempuan dan dua anak Laki-laki (sepasang).Kakak pertama namanya Nistrida Sababalat dan kakak kedua Rasmina Sababalat dan adik yang ke empat Minardi Sababalat. Kami adalah keluarga yang sangat sederhana, pekerjaan orang tua hanyalah sebatas Petani yang tidak menghasilkan apa-apa beda orang kantoran gaji perbulan sedangkan Ibu hanyalah Rumah Tangga. Kakak pertama dan kedua sudah menikah di waktu saya masih sekolah bersama dengan adik ketiga saya, kakak pertama mempunyai anak satu, namun tidaklah lagi bersama  suaminya karena sudah Bercerai. Sedangkan kakak kedua mempunyai anak dua Vandu Pranata (Pria) Mira Sapitri (wanita).

Saya lahir dari keluarga Kristen, namun Kristen yang tidak Takut akan Tuhan. Kenapa menganggap Tuhan itu tidak ada dalam di kehidupan saya. Saya termasuk rajin beribadah namun tidak mengerti sama sekali akan Firman Tuhan sehingga di luar itu saya selalu berbuat Dosa. Setiap kali pacaran tidak mencerminkan pacaran yang sebenarnya. Bukan hanya pacaran saja yang sewenang-wenangnya tetapi saya juga bergaul kenapa orang-orang yang tidak Takut akan Firman Tuhan. Sehingga banyak hal yang lakukan yang menurut saya baik dimana hanya memuaskan Nafsu saja tapi justru membuat saya jatuh ke dalam Dosa tidak pernah sama sekali saya sadari. Minuman keras (Miras) merupakan minuman anak muda dan hal itu saya lakukan bersama dengan teman-teman, mabuk sana-sini, dijalanan tergeletak tidak sadar diri. Orang tua tidak mengetahui akan perbuatan saya ini. Karena saya sangat takut kepada Bapak yang sangat pemarah, jadi saya selalu taat terhadap orang tua. Tetapi ketika ke luar tanpa sepengetahuan orang tua bebas melakukan apa saja demi kebahagian dan kenikmatan. Karena bergaul bebas saya mencoba sebuah Narkoba berupa Ganja yang diberikan oleh teman saya. Akhirnya apa saya melakukan dan menikmati Ganja dengan tawa dan bahagia yang tiada hentinya. saya mencoba mencoba sekitar satu atau dua kali batang Ganja. Akhirnya merasa stress dan gelisah sekali tubuh ini maka obat yang yang pertama adalah Minuman Keras (Miras). Bersama dengan teman-teman bahagia bersama.

Selain dari kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, saya juga hobi di Sore hari adalah bermain Voli Bal. sehingga banyak diantara orang-orang disekitarku mengatakan bahwa aku mempunyai Potensi atau bakat dalam bermain Voli.  Dan beberapa bulan kemudian, pada waktu itu saya masih kelas 2 SMA Semester 1 akhirnya saya terpilih salah satu Pemain Voli Bal dalam ajang Provinsi se-Sumbar 2016. Saya salah satu pemain Tim Mentawai khususnya di daerah saya yang mengikuti sebuah pertandingan dengan Cabor Voli Bal, akhirnya kami latihan selama 5 bulan lebih. Akhirnya kami pun berangkat ke Kota Padang, pertandingan demi pertandingan kami kalah akhirnya kami pulang. Lalu saya ikut tes Polri mengikuti pelatihan dan mendaftar dan kami di berangkatkan ke padang, lalu saya ikuti alurnya namun saya gagal disaat tes Psikotes, nilai saya tidak mencukupi. Secara manusia saya sangat kecewa karena cita-cita saya tak sampai. Singkat cerita saya lagi duduk bersama dengan teman-teman seperjuangan waktu itu, pada pukul 20:36 WIB tidak di duga-duga lalu saya telpon seorang Hamba Tuhan yang bernama Panulis Saguntung Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer (STTE) tanjung enim. Secara tidak sadar saya katakan begini kepada hambanya saya ingin menjadi Hamba Tuhan. Jujur saja saya tidak tahu kenapa kayak ada dorongan secara Naluri bahwa ia berbisik kepada telinga saya kamu harus jadi pendeta. Akhirnya saya pulang ke Mentawai dan menjalani kehidupan setiap hari, tetapi saya tetap melakukan dosa/pelanggaran-pelanggaran yang tidak berkenan kepada Tuhan. Tepat pada hari senin Pagi saya di jumpai seorang Hamba Tuhan di rumah dimana kedua orang tua saya ada pada saat itu. Akhirnya saya di layani dan mencoba mengambil sebuah keputusan untuk mengikut Tuhan selama 3 hari. Setiap hari pikiran saya selalu di ganggu bahwa kamu jadi hamba Tuhan. Saya mencoba berdoa, membaca Alkitab merenungkan dan mendengarkan Firman Allah. kedua orang tua saya sangat menyetujui bahwa saya harus jadi hamba Tuhan. Akhirnya saya mengambil keputusan yang penuh dengan keyakinan bahwa saya akan mengikut Tuhan dan menjadi Pelayan-Nya yang setia dan taat. Dan saya pun mengikuti Pembentukan di Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer sebagai Mahasiswa.

Melalui kesaksian Pertobatan, saya ingin mengajak kita bahwa bagaimana kita mengerti rancangan, perbuatan dan karya-Nya yang begitu besar dan sangat mulia. Jangan pernah menganggap diri mu bisa dalam segala hal, tetapi andalkanlah Dia sebagai Pemberi hidup yang mengijinkan kita bernafas di dunia ini. Maka seperti ada yang tertulis di dalam kitab Injil Matius 6:33”Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

God Bless You

kesaksian Pertobatan