Senin, 21 September 2020

Hori Sontal

 

KESAKSIAN  PERTOBATAN

Di suatu Daerah ada seorang anak Kristen namanya Hori Sontal,  ia tinggal di Dusun Boleleu. Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara. Kab.Kep Mentawai di SP 2. Nama Orangtuanya adalah Bapak Sopar Sababalat dan Ibu Tialom. Hori Sontal adalah anak ke-3 dari ke -4 bersaudara. Dua anak Perempuan dan dua anak Laki-laki (sepasang).Kakak pertama namanya Nistrida Sababalat dan kakak kedua Rasmina Sababalat dan adik yang ke empat Minardi Sababalat. Kami adalah keluarga yang sangat sederhana, pekerjaan orang tua hanyalah sebatas Petani yang tidak menghasilkan apa-apa beda orang kantoran gaji perbulan sedangkan Ibu hanyalah Rumah Tangga. Kakak pertama dan kedua sudah menikah di waktu saya masih sekolah bersama dengan adik ketiga saya, kakak pertama mempunyai anak satu, namun tidaklah lagi bersama  suaminya karena sudah Bercerai. Sedangkan kakak kedua mempunyai anak dua Vandu Pranata (Pria) Mira Sapitri (wanita).

Saya lahir dari keluarga Kristen, namun Kristen yang tidak Takut akan Tuhan. Kenapa menganggap Tuhan itu tidak ada dalam di kehidupan saya. Saya termasuk rajin beribadah namun tidak mengerti sama sekali akan Firman Tuhan sehingga di luar itu saya selalu berbuat Dosa. Setiap kali pacaran tidak mencerminkan pacaran yang sebenarnya. Bukan hanya pacaran saja yang sewenang-wenangnya tetapi saya juga bergaul kenapa orang-orang yang tidak Takut akan Firman Tuhan. Sehingga banyak hal yang lakukan yang menurut saya baik dimana hanya memuaskan Nafsu saja tapi justru membuat saya jatuh ke dalam Dosa tidak pernah sama sekali saya sadari. Minuman keras (Miras) merupakan minuman anak muda dan hal itu saya lakukan bersama dengan teman-teman, mabuk sana-sini, dijalanan tergeletak tidak sadar diri. Orang tua tidak mengetahui akan perbuatan saya ini. Karena saya sangat takut kepada Bapak yang sangat pemarah, jadi saya selalu taat terhadap orang tua. Tetapi ketika ke luar tanpa sepengetahuan orang tua bebas melakukan apa saja demi kebahagian dan kenikmatan. Karena bergaul bebas saya mencoba sebuah Narkoba berupa Ganja yang diberikan oleh teman saya. Akhirnya apa saya melakukan dan menikmati Ganja dengan tawa dan bahagia yang tiada hentinya. saya mencoba mencoba sekitar satu atau dua kali batang Ganja. Akhirnya merasa stress dan gelisah sekali tubuh ini maka obat yang yang pertama adalah Minuman Keras (Miras). Bersama dengan teman-teman bahagia bersama.

Selain dari kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, saya juga hobi di Sore hari adalah bermain Voli Bal. sehingga banyak diantara orang-orang disekitarku mengatakan bahwa aku mempunyai Potensi atau bakat dalam bermain Voli.  Dan beberapa bulan kemudian, pada waktu itu saya masih kelas 2 SMA Semester 1 akhirnya saya terpilih salah satu Pemain Voli Bal dalam ajang Provinsi se-Sumbar 2016. Saya salah satu pemain Tim Mentawai khususnya di daerah saya yang mengikuti sebuah pertandingan dengan Cabor Voli Bal, akhirnya kami latihan selama 5 bulan lebih. Akhirnya kami pun berangkat ke Kota Padang, pertandingan demi pertandingan kami kalah akhirnya kami pulang. Lalu saya ikut tes Polri mengikuti pelatihan dan mendaftar dan kami di berangkatkan ke padang, lalu saya ikuti alurnya namun saya gagal disaat tes Psikotes, nilai saya tidak mencukupi. Secara manusia saya sangat kecewa karena cita-cita saya tak sampai. Singkat cerita saya lagi duduk bersama dengan teman-teman seperjuangan waktu itu, pada pukul 20:36 WIB tidak di duga-duga lalu saya telpon seorang Hamba Tuhan yang bernama Panulis Saguntung Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer (STTE) tanjung enim. Secara tidak sadar saya katakan begini kepada hambanya saya ingin menjadi Hamba Tuhan. Jujur saja saya tidak tahu kenapa kayak ada dorongan secara Naluri bahwa ia berbisik kepada telinga saya kamu harus jadi pendeta. Akhirnya saya pulang ke Mentawai dan menjalani kehidupan setiap hari, tetapi saya tetap melakukan dosa/pelanggaran-pelanggaran yang tidak berkenan kepada Tuhan. Tepat pada hari senin Pagi saya di jumpai seorang Hamba Tuhan di rumah dimana kedua orang tua saya ada pada saat itu. Akhirnya saya di layani dan mencoba mengambil sebuah keputusan untuk mengikut Tuhan selama 3 hari. Setiap hari pikiran saya selalu di ganggu bahwa kamu jadi hamba Tuhan. Saya mencoba berdoa, membaca Alkitab merenungkan dan mendengarkan Firman Allah. kedua orang tua saya sangat menyetujui bahwa saya harus jadi hamba Tuhan. Akhirnya saya mengambil keputusan yang penuh dengan keyakinan bahwa saya akan mengikut Tuhan dan menjadi Pelayan-Nya yang setia dan taat. Dan saya pun mengikuti Pembentukan di Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer sebagai Mahasiswa.

Melalui kesaksian Pertobatan, saya ingin mengajak kita bahwa bagaimana kita mengerti rancangan, perbuatan dan karya-Nya yang begitu besar dan sangat mulia. Jangan pernah menganggap diri mu bisa dalam segala hal, tetapi andalkanlah Dia sebagai Pemberi hidup yang mengijinkan kita bernafas di dunia ini. Maka seperti ada yang tertulis di dalam kitab Injil Matius 6:33”Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

God Bless You

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kesaksian Pertobatan