KESAKSIAN PERTOBATAN
Di suatu Daerah ada seorang anak Kristen
namanya Hori Sontal, ia tinggal di Dusun
Boleleu. Desa Sido Makmur Kecamatan Sipora Utara. Kab.Kep Mentawai di SP 2.
Nama Orangtuanya adalah Bapak Sopar Sababalat dan Ibu Tialom. Hori Sontal
adalah anak ke-3 dari ke -4 bersaudara. Dua anak Perempuan dan dua anak
Laki-laki (sepasang).Kakak pertama namanya Nistrida Sababalat dan kakak kedua
Rasmina Sababalat dan adik yang ke empat Minardi Sababalat. Kami adalah
keluarga yang sangat sederhana, pekerjaan orang tua hanyalah sebatas Petani
yang tidak menghasilkan apa-apa beda orang kantoran gaji perbulan sedangkan Ibu
hanyalah Rumah Tangga. Kakak pertama dan kedua sudah menikah di waktu saya
masih sekolah bersama dengan adik ketiga saya, kakak pertama mempunyai anak
satu, namun tidaklah lagi bersama suaminya
karena sudah Bercerai. Sedangkan kakak kedua mempunyai anak dua Vandu Pranata
(Pria) Mira Sapitri (wanita).
Saya lahir dari keluarga Kristen, namun
Kristen yang tidak Takut akan Tuhan. Kenapa menganggap Tuhan itu tidak ada
dalam di kehidupan saya. Saya termasuk rajin beribadah namun tidak mengerti
sama sekali akan Firman Tuhan sehingga di luar itu saya selalu berbuat Dosa. Setiap
kali pacaran tidak mencerminkan pacaran yang sebenarnya. Bukan hanya pacaran
saja yang sewenang-wenangnya tetapi saya juga bergaul kenapa orang-orang yang
tidak Takut akan Firman Tuhan. Sehingga banyak hal yang lakukan yang menurut
saya baik dimana hanya memuaskan Nafsu saja tapi justru membuat saya jatuh ke
dalam Dosa tidak pernah sama sekali saya sadari. Minuman keras (Miras)
merupakan minuman anak muda dan hal itu saya lakukan bersama dengan
teman-teman, mabuk sana-sini, dijalanan tergeletak tidak sadar diri. Orang tua
tidak mengetahui akan perbuatan saya ini. Karena saya sangat takut kepada Bapak
yang sangat pemarah, jadi saya selalu taat terhadap orang tua. Tetapi ketika ke
luar tanpa sepengetahuan orang tua bebas melakukan apa saja demi kebahagian dan
kenikmatan. Karena bergaul bebas saya mencoba sebuah Narkoba berupa Ganja yang
diberikan oleh teman saya. Akhirnya apa saya melakukan dan menikmati Ganja
dengan tawa dan bahagia yang tiada hentinya. saya mencoba mencoba sekitar satu
atau dua kali batang Ganja. Akhirnya merasa stress dan gelisah sekali tubuh ini
maka obat yang yang pertama adalah Minuman Keras (Miras). Bersama dengan
teman-teman bahagia bersama.
Selain dari kegiatan-kegiatan yang saya
lakukan, saya juga hobi di Sore hari adalah bermain Voli Bal. sehingga banyak
diantara orang-orang disekitarku mengatakan bahwa aku mempunyai Potensi atau
bakat dalam bermain Voli. Dan beberapa
bulan kemudian, pada waktu itu saya masih kelas 2 SMA Semester 1 akhirnya saya
terpilih salah satu Pemain Voli Bal dalam ajang Provinsi se-Sumbar 2016. Saya
salah satu pemain Tim Mentawai khususnya di daerah saya yang mengikuti sebuah
pertandingan dengan Cabor Voli Bal, akhirnya kami latihan selama 5 bulan lebih.
Akhirnya kami pun berangkat ke Kota Padang, pertandingan demi pertandingan kami
kalah akhirnya kami pulang. Lalu saya ikut tes Polri mengikuti pelatihan dan
mendaftar dan kami di berangkatkan ke padang, lalu saya ikuti alurnya namun
saya gagal disaat tes Psikotes, nilai saya tidak mencukupi. Secara manusia saya
sangat kecewa karena cita-cita saya tak sampai. Singkat cerita saya lagi duduk
bersama dengan teman-teman seperjuangan waktu itu, pada pukul 20:36 WIB tidak
di duga-duga lalu saya telpon seorang Hamba Tuhan yang bernama Panulis
Saguntung Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Ebenhaezer (STTE) tanjung enim.
Secara tidak sadar saya katakan begini kepada hambanya saya ingin menjadi Hamba
Tuhan. Jujur saja saya tidak tahu kenapa kayak ada dorongan secara Naluri bahwa
ia berbisik kepada telinga saya kamu harus jadi pendeta. Akhirnya saya pulang
ke Mentawai dan menjalani kehidupan setiap hari, tetapi saya tetap melakukan
dosa/pelanggaran-pelanggaran yang tidak berkenan kepada Tuhan. Tepat pada hari
senin Pagi saya di jumpai seorang Hamba Tuhan di rumah dimana kedua orang tua
saya ada pada saat itu. Akhirnya saya di layani dan mencoba mengambil sebuah
keputusan untuk mengikut Tuhan selama 3 hari. Setiap hari pikiran saya selalu
di ganggu bahwa kamu jadi hamba Tuhan. Saya mencoba berdoa, membaca Alkitab
merenungkan dan mendengarkan Firman Allah. kedua orang tua saya sangat
menyetujui bahwa saya harus jadi hamba Tuhan. Akhirnya saya mengambil keputusan
yang penuh dengan keyakinan bahwa saya akan mengikut Tuhan dan menjadi
Pelayan-Nya yang setia dan taat. Dan saya pun mengikuti Pembentukan di Sekolah
Tinggi Teologi Ebenhaezer sebagai Mahasiswa.
Melalui kesaksian Pertobatan, saya ingin
mengajak kita bahwa bagaimana kita mengerti rancangan, perbuatan dan karya-Nya
yang begitu besar dan sangat mulia. Jangan pernah menganggap diri mu bisa dalam
segala hal, tetapi andalkanlah Dia sebagai Pemberi hidup yang mengijinkan kita
bernafas di dunia ini. Maka seperti ada yang tertulis di dalam kitab Injil
Matius 6:33”Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
God Bless You
Tidak ada komentar:
Posting Komentar